Sumber Inspirasi untuk Nama Anak

Banyak orang kesulitan mencarikan nama untuk anaknya. Padahal, banyak sekali yang bisa dijadikan inspirasi untuk nama anak. Bagi penulis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nama. Pertama, nama itu mengandung arti yang baik. Nama yang baik, akan memberi efek yang baik bagi si pemilik nama. Kasihan juga bila anak diberi nama Hernia (kedengarannya bagus), tapi ternyata itu nama penyakit. Jangan memberikan nama tokoh di film ataupun dunia nyata yang terkenal karena kejahatannya. Kedua, berikan nama yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Jangan "memaksakan kehendak" seperti kasus nama Rosmala Dewi tadi. Setidaknya, berikan nama yang netral. Untuk nama toko saja, orang memberikan nama yang sesuai dengan usahanya. Misalnya toko buku "Sumber Ilmu", toko besi "Sumber Bangunan", rumah makan "Sari Rasa." Tak ada larangan bila Anda ingin memberi nama sesuka hati, misalnya rumah makan "Sumber Bangunan." Toh... bila ada calon pembeli (orang lapar) tidak mampir ke rumah makan Anda karena mengira itu toko bahan bangunan, Anda sendiri yang rugi. Atau ada yang ingin membeli semen, tapi masuk ke tempat Anda. Ketiga, berikan nama yang sesuai dengan jaman.

Nama juga seperti mode, ada trend-nya. Sekarang, yang penulis amati, nama yang nge-trend adalah nama yang berbau barat, dan agak panjang. Biasanya nama hanya 2 kata, sekarang cenderung lebih panjang, 3 kata atau lebih. Tampaknya nama yang membumi (nama Indonesia asli), mulai jarang dipakai, terutama di perkotaan. Nama asli Sunda misalnya. Anak rekan-rekan penulis yang orang Sunda, sudah jarang menggunakan nama seperti Asep, Maman, Tatang (cowok), atau Euis, Imas, Neneng (cewek). Sekali lagi, ini bukan soal nama dari luar (barat) lebih baik daripada nama asli bangsa Indonesia. Tapi trend nama sekarang, memang bergeser ke arah sana. Khusus yang Muslim, selain memakai nama barat, sekarang trend-nya menggunakan bahasa Arab.

Bagaimana dengan Buddhis? Beberapa rekan penulis (terutama aktivis dan mantan aktivis vihara), menunjukkan kecenderungan yang sama. Mereka memberi nama anaknya dengan nama Buddhis. Suatu trend yang bagus. Konon katanya, kita yang bernama "baik" (apalagi mengambil nama dari orang-orang suci), akan berpikir ulang bila akan melakukan hal-hal yang dilarang agama. Nama, yang merupakan harapan orang tua, setidaknya akan menjadi "rem" bagi kita. Mudah-mudahan saja hal ini benar adanya. Keempat, sebaiknya perhatikan singkatan/ inisial nama yang diberikan. Hendry Filcozwei Jan, bila disingkat HFJ. Mungkin Anda tak pernah memikirkan apa inisial nama anak Anda. Sebaiknya, inisial nama tidak berkonotasi dengan singkatan umum yang bermakna negatif. Misalnya saja: PKI, RSJ, HIV,... Mungkin ini pula yang jadi pertimbangan mengapa nama sebuah perumahan di Jakarta yang dipilih adalah Pantai Indah Kapuk bukan Pantai Kapuk Indah.


Anda bingung mencari nama yang cocok untuk anak Anda. Ada banyak hal yang bisa menjadi inspirasi:

  1. Bulan kelahiran. Misalnya: Febby Febiola (Februari), Agus Melasz (Agustus), Anya Dwinov (lahir tanggal 2 Nov), dan lain-lain.
  2. Hari Lahir. Teman sekolah penulis: Sabrudin (lahir hari Sabtu), Farida (lahir Friday/ Jumat). Nama hari bisa Senin-Minggu (bahasa Indonesia), Monday-Sunday (bahasa Inggris), Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage (bahasa Jawa). Mungkin W.R. Supratman lahir hari Wage). Penulis pernah punya kenalan yang memberi nama anaknya Jansen. Tahu apa artinya? Anak itu lahir bulan Januari, pada hari Senin.
  3. Zodiak. Misalkan saja: Leily Sagita, Leo Waldy, Ati Cancer, Endang S. Taurina.
  4. Urutan anak. Adi atau Eka (anak pertama), Dwi (anak ke-2), Tri (anak ke-3), dan lain-lain. Dari masyarakat Bali ada Putu (anak pertama), Made (anak ke-2), Nyoman (anak ke-3), Ketut (anak ke-4).
  5. Peristiwa penting. Ada teman kuliah penulis yang bernama Golorya. Tahu artinya? Saat ia lahir, partai Golongan karya menang pada pemilu. Ada yang memberi nama anaknya: Irwin. Tahu artinya? Ternyata IR berasal dari Indonesia Raya dan win (dari bahasa Inggris yang artinya menang). Nama ini diberikan saat Indonesia memenangkan piala Thomas.
  6. Keadaan. Keadaan alam bisa dijadikan sumber inspirasi. Saat anak lahir, banyak awan (anak perempuan dapat diberi nama Mega). Taufan, Guntur, Bintang, Chandra, Bulan, Wulan, Mentari, Surya adalah contoh lain. Anak yang lahir pada pagi hari bisa diberi nama Early atau Dini (perempuan) atau Fajar (laki-laki) .
  7. Hewan & Bunga. Penggunaan nama hewan untuk nama anak laki-laki sekarang agak jarang. Ini beberapa contoh dari sejarah: Gajah Mada, Lembu Suro, dan Kebo Ijo. Untuk yang sekarang ada yang bernama Lembu (personil group musik Club Eighties), Elang Lesmana (salah seorng pahlawan reformasi). Nama bunga untuk nama anak perempuan masih banyak ditemui: Ros, Mawar, Melati, Lili, Anggraeni (dari Anggrek), atau Bunga, Puspa (nama lain Bunga).
  8. Nama Kota. Nama kota bisa dijadikan sumber inspirasi untuk nama anak. Kota kelahiran (ayah atau ibu atau gabungannya), kota tempat berbulan madu, kota/ kampung asal orang tua. Contoh nama: Anton Medan, Iwan Gayo (penulis Buku Pintar), Yan Asmi (personil group lawak De Bodor, Asmi = Asal Sukabumi atau Asli Sukabumi), Dayu AG (AG= Asal Garut), Evi Tamala (Tamala = Tasikmalaya), atau ada petinju yang memakai nama belakang Ortega (ternyata Ortega = Orang Tegal), Indra Safera (Safera diambil dari nama kota San Fransisko, lalu disisipi huruf" e", tempat almarhum dulu sekolah). Ada yang memberi nama Berlina untuk putrinya, terinspirasi nama kota Berlin, tempat mereka berbulan madu.
  9. Harapan orang tua. Subur, Sabar, Basuki, Raharja, Untung, Teguh, Mulia, Abadi, Lestari, adalah beberapa contohnya.
  10. Profesi. Dunia kerja kita sehari-hari, bisa jadi inspirasi untuk nama anak. Dea Mirella & Eel Ritonga (keduanya hidup di dunia musik) memberi nama Melody kepada anak pertama mereka. Ada yang memberi nama Yustisia kepada anaknya karena ia berprofesi sebagai penegak hukum.
  11. Singkatan nama orang tua. Coba gabungkan nama Anda dan pasangan Anda (suami-istri), mungkin bisa jadi nama yang bagus. Vina Panduwinata & Boy Haryanto menamakan anak mereka Vito.
  12. Singkatan kalimat. Ada yang memberi nama berupa kalimat, namun kalimat itu sisingkat. Chikita ternyata berasal dari Chinta Kita.
  13. Idola. Anda tentu sudah membaca kisah nama Martina Hingis (ortunya mengidolakan Martina Navratilova), Memes & Adi MS memberi nama Kevin Aprilio pada anak mereka karena mengidolakan Kevin Costner.
  14. Orang yang berjasa. Ada kembar 5 yang lahir di Bandung, 7 oktober 1996. Nama anak pertama dari kembar 5 ini adalah Permadi Putra Haswidi (nama belakang diambil dari nama dokter yang membantu persalinan, dr. Haswidi).
  15. Buku telepon. Bagi Anda yang memiliki fasilitas telepon di rumah, pasti Anda mendapatkan buku petunjuk telepon secara gratis dari Telkom. Silakan bolak-balik buku tersebut, dari A sampai Z, siapa tahu Anda mendapatkan nama yang sesuai dengan keinginan Anda.
  16. Kembar = Mirip. Umumnya nama anak kembar dibuat mirip (hanya 1 atau 2 huruf yang berbeda). Ini beberapa contohnya. Kembar laki-laki: Hendra & Hendry. Kembar perempuan: Shinta & Shanti. Kembar laki-laki dan perempuan: Yanto & Yanti. Atau variasi nama dari huruf yang sama: Dian, Dina, Dani, Ita, Tia, Ati, Ani, Ina, Ian. Ini hanya kecenderungan umum, tidak ada larangan memberi nama anak kembar dengan nama yang berbeda.
  17. Buku. Kalau Anda sudah mencoba, tetapi tetap tidak mendapat inspirasi untuk nama anak, silakan beli buku. Di toko buku banyak sekali buku-buku yang berisi daftar nama anak, artinya dan berasal dari bahasa apa. Anda tinggal pilih mana buku yang sesuai dengan keinginan Anda, lalu cari nama yang cocok untuk anak Anda.
  18. Internet. Anda bisa menggunakan fasilitas internet (di rumah atau dari warnet) untuk masuk ke situs www.google.co.id misalnya. Masukkan kata kunci "nama bayi" akan muncul ribuan situs yang berhubungan dengan nama bayi.
  19. Anak Buddhis. Ini beberapa nama anak (anak penulis) dan anak kenalan penulis (tentu ortunya Buddhis, dan umumnya adalah aktivis vihara) dan memberi nama Buddhis untuk anaknya. Ini sekedar contoh nama Buddhis yang dipakai. Unsur Buddhis dalam nama mereka adalah yang berwarna (selain hitam), penulis memberikan keterangan ♂ = laki-laki, ♀ = perempuan, dan kota tempat tinggal mereka. Anathapindika Dravichi Jan (♂), Revata Dracozwei Jan (♂) (nama ke-2 putra penulis, Bandung), Sujata Vonny Sidharta (♀), Lobzang Tundup William Sidharta (♂), Mingala Xin Sidharta (♂) (nama ke-3 anak Pak Handaka Vijananda, pendiri Ehipassiko Foundation, Jakarta), Sariputra Wiradinata (♂) (putra Dewi Astuti, ilustrator majalah Buddhis, Tangerang), Vimala Padmadevi (putri Agus Santera & Yuliana, Palembang), Suya Vidya (♂), Jalendra Kumara (♂), Candani Vassaputri (♀) (ke-3 anak Ideham Pendi & Astri Yanti, Palembang), Magha Dinna Utami (putri Hadi Susanto & Ratna, Palembang), Lyovan Agga Sumedho (putra Junaidi & Ratna Dewi, Palembang).
  20. Nama Buddhis. Anda ingin mencari nama bernuansa Buddhis? Silakan klik alamat situs berikut: Nama-nama Orang Suci (Anda akan menemukan nama-nama orang suci pada jaman Sang Buddha, beserta sejarah singkatnya), Nama-nama Buddhis (nama-nama Buddhis berbahasa Pali dan artinya), Nama Buddhis bahasa Tibet (ada 500 lebih nama-nama Buddhis berbahasa Tibet, beserta arti dan keterangan untuk jenis kelamin apa)
  21. Buku Buddhis. Memberi nama Buddhis menurut tradisi Thailand. Pemberian nama Buddhis ini berdasarkan hari lahir anak. Berikut ini pedoman huruf awal yang digunakan dalam pemberian nama Buddhis (huruf awal, contoh nama, dan artinya). Anak laki-laki lahir pada hari: Minggu: C (Cakrawala = alam semesta), Ch (Chatrajaya = payung kemenangan), J (Jayawajana = kemenangan cemerlang), S (Sandhi = melanjutkan), Jh, Ny (Nyanabala = kekuatan pengetahuan), Senin: T (Tejit = cerdas, tangkas), Th (Thawara = teguh), D (Doma = aliran air, barisan), Dh (Dhanabadi = orang kaya raya), N (Nathabala = kekuatan dari pengetahuan), Selasa: D (Danuja = bangkit oleh diri sendiri), T (Tarinetara = Dewa Indra), Th (Thanandara= kedudukan, kemuliaan), Dh (Dhanajati = harta benda/ kekayaan), N (Nanda = gembira, senang), Rabu: B (Bawara = unggul, sangat bagus), P (Pradibaddha = cinta kasih, sayang), Ph (Phocanya = kebenaran, kemenangan), F (Fangdi = pandangan soal yang baik), Bh (Bharata = aktor, pemain film), M (Meghindra = mega, awan), Kamis: S (Setyara = kuat, sehat), H (Hiranya = uang, emas), L (Labadha = sudah dapat), Jumat: K (Komuda = teratai merah), Kh (Khacon = menyebarkan), G (Gunakara = sumber kebaikan), Gh, Ng, Sabtu: Y (Yamana = sungai besar), R (Rajata = uang), L ((Lomfa = kesaktian dewa), W ((Wajrabala = punya kekuatan), Rabu tengah malam: A (Anukula = suka berbuat kebajikan), a, I, I, U, u, E, O (huruf kecil Pali) (Ongaca = berani). Adapun untuk nama anak perempuan lahir pada hari: Minggu: T (Temsiri = penuh keagungan, mulia), Th (Thapani = pantas dapat kedudukan), D (Daruni = wanita muda, gadis), Dh (Dharina = menjaga), N (Nathananda = gembira jadi filsuf), Senin: D (Darika = bintang , cahaya bintang), T (Traikisya = penyembuhan)), Th (Thirada = keteguhan, ketetapan), Dh (Dhanyalasma = ciri orang baik), N (Nawara = bunga mawar), Selasa: B (Bundarika = teratai putih), P (Prabassara = warna berkilau, indah), Ph (Phusaraga = permata warna kuning), F (Fongnadi = melambung di atas air), Bh (Bharani = nama bintang), M (Mandakanti = bulan purnama), Rabu: Y (Yuthika = pohon waktu Buddha lahir), R (Ramanari = wanita cantik), L (Laksmi = keberuntungan, kekayaan),W (Waruni = dewi), Kamis: A (Amara =orang tidak mati, Nibbana), a, I, I, U, u, E, O (huruf kecil Pali) (Obhiradi = sangat gembira), Jumat: C (Candracira = selalu cantik, indah), Ch (Chaysiri = kejernihan), J (Jofaka = seikat bunga, indah), Jh, S (Sundari = kata bijak), Ny (Nyanika = orang berpengetahuan), Sabtu: S (Sobhita = cantik, baik), H (Hemaratna = permata, emas), L (Lalita = menarik, belas kasihan), Rabu tengah malam: K (Kalyani = wanita cantik), Kh (Khaciwanna = menarik, indah), G (Gandharatana = mutiara yang indah), Gh, Ng. Catatan: Ada huruf awal yang tanpa contoh karena memang di buku tersebut tidak ada contoh nama dengan huruf awal tersebut. Anda bisa menggunakan nama dari bahasa lain (misalnya Pali), tapi yang terpenting tetap berpatokan pada huruf awal berdasarkan hari lahir anak. Karena keterbatasan tempat, kami hanya mencantumkan beberapa contoh nama. Dikutip dari "Paritta Mantra dan Nama Buddhis", penulis: Phra Kru Sanggha Kicwisuddhi & Hora Buracariya, diterjemahkan oleh Goey Tek Jong, Penerbit Sri Manggala, 2005.

Anathapindika. Hendry F.Jan menggendong putra pertamanya, Anathapindika Dravichi Jan (Dhika). Nama Buddhis: Anathapindika diambil dari daftar nama Buddhis yang ada di situs Samaggi Phala. (untuk melihat, silakan klik: Anathapindika).


Revata. Hendry F.Jan menggendong putra keduanya, Revata Dracozwei Jan (Ray). Nama Buddhis: Revata diambil dari daftar nama Buddhis yang ada di situs Samaggi Phala. (untuk melihat, silakan klik: Revata).


2 comments:

cinta_nisa said...

ok... inspirasi yang cukup menarik

handout said...

terimakasih atas inspirasinya..
semoga sukses selalu..
kunjungi saya di..
BLOG SAYA
lirik juga..
REPOSITORY