Apalah Arti Sebuah Nama?

Seorang rekan, sebut saja bernama Budiyanto. Anda jangan heran kalau ia punya banyak nama sapaan. Ada yang memanggilnya Budi, Bud, Didi, Yanto, Toto, atau mungkin Ndut (yang bukan berasal dari namanya) tapi lantaran saat kecil dulu tubuhnya gendut. Saat ditanya mana sapaan yang lebih disukainya? Ia akan menjawab diplomatis "Apalah arti sebuah nama?" yang dikutipnya dari pujangga terkenal, William Shakespeare.

Rekan se-Dhamma...
Penulis (Hendry Filcozwei Jan) membuat situs ini sekedar sumbang saran bagi Anda yang mungkin tengah kebingungan mencarikan nama bagi anak, keponakan, atau Anda sendiri yang ingin mengganti nama. Semua nama yang tercantum di situs ini hanyalah contoh, tanpa maksud menyatakan nama yang satu lebih baik daripada yang lain. Semua hanya bertolak dari pandangan umum dan apa yang ada dalam benak penulis. Sama sekali tidak ada niatan menjelek-jelekkan nama atau menyindir seseorang. Yah... harus bagaimana lagi menceritakan tentang nama bila tak menyebut nama. Kalau hanya menyebut si A, si B, si C, tentu ulasan ini tidak akan mencapai sasaran.


Sekian saja, semoga bermanfaat bagi semua.

Sabbe satta bhavantu sukhittata.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu... sadhu... sadhu...

Inilah Arti Sebuah Nama...

Ucapan William Shakespeare, boleh jadi benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Hal itu tergantung dalam situasi apa dan bagaimana.

Seperti contoh nama Budiyanto tadi. Tak masalah dia dipanggil Budi, Bud, Didi, Yanto, Toto, atau mungkin Ndut, "Apalah arti sebuah nama?" kilahnya. Tapi apa ia akan menjawab sama, bila (maaf) ia dipanggil dengan sebutan nama hewan penghuni hutan atau Ragunan? Tentu dia akan sewot dan marah! Dalam kondisi seperti ini, ungkapan Shakespeare tidak berlaku.

Bagi penulis, nama sangat penting. Nama, kita gunakan sejak kita lahir (di akte kelahiran) hingga kita meninggal (dituliskan di batu nisan). Jangan anggap remeh sebuah nama. Dalam pengisian data biasa (misalnya Anda diminta menjadi responden sebuah survei), mungkin tak terlalu masalah nama Anda ditulis "Hendry" atau "Henry" atau "Hendri" atau Hendrie." Tapi itu akan sangat bermasalah bila itu terjadi saat Anda mengurus dokumen seperti paspor, atau dokumen-dokumen kenegaraan lain. Kurang 1 huruf, bisa berakibat fatal.

Nama akan dipakai seumur hidup. Nama yang "pas" akan memberi efek positif bagi pemiliknya. Oleh sebab itu, bagi penulis, memilihkan nama untuk buah hati Anda (anak) haruslah dipikirkan secara cermat. Nama akan dipakai sepanjang hidupnya. Jadi, pilihkanlah (karena sang bayi belum bisa memilih) nama yang terbaik, setidaknya nama itu baik menurut pandangan umum dan kondisi saat itu.


Apa saja arti sebuah nama?
Bagi penulis, nama memberi banyak arti dan informasi. Dalam situs yang sederhana ini, penulis tidak mungkin menuliskan secara lengkap dan mendetail. Hanya sedikit contoh sebagai gambaran.

Dari sebuah nama, Anda bisa mendapatkan banyak informasi. Anda bisa tahu bangsa seseorang, suku, mungkin juga agama, bulan kelahirannya,... sampai harapan orang tua, bahkan idola orang tua yang bersangkutan.

Ini beberapa contoh:
Liem Swie King, Eddy Silitonga, Alan Nuary, Gunawan Mohammad, Fransiskus Xaverius, Budhi Sidharta, Sabar, Martina Hingis.

Dari namanya, Anda akan tahu Liem Swie King itu etnis Tionghua (China), Eddy Silitonga itu suku Batak, Alan Nuary itu lahir bulan Januari, Gunawan Mohammad seorang Muslim, Fransiskus Xaverius seorang Kristiani, Budhi Sidharta seorang Buddhis, pemberian nama Sabar itu harapan sang orang tua agar anaknya menjadi orang yang penyabar, orang tua Martina Hingis sangat mengidolakan Martina Navratilova, petenis terkenal (dan ternyata akhirnya Martina Hingis pun menjadi petenis top dunia).

Ini hanya secuil contoh arti nama. Tapi tentu saja ini berdasarkan pada hal-hal yang umum. Anda bisa saja "terkecoh" nama seseorang karena orang boleh saja memberi nama tanpa harus "tunduk" pada hal-hal yang sudah berlaku umum di masyarakat.

Teman sekelas penulis saat SMA bernama Yohanes Alamsyah (seorang muslim sejati), teman kuliah ada yang bernama Nasution (tapi dia sama sekali tidak berdarah Batak), Muksin Kennedy (teman SMP yang orang Indonesia asli, sama sekali tak punya hubungan darah dengan John Fitgerald Kennedy/ JFK).

Apa pentingnya kita tahu secuil informasi dari sebuah nama? Oh... tentu informasi tersebut berguna. Saat gemar koresponden, penulis punya banyak sahabat pena. Penulis bersahabat pena dengan siapa saja (tanpa pandang agama, suku, asal, dan lainnya). Biasanya menjelang hari besar agama, kami saling berkirim kartu ucapan. Kadang ini jadi sedikit kendala, karena agak risih menanyakan apa agama sahabat pena kita. Nah... terkadang secuil info dari nama dapat membantu. Menjelang Natal, meski baru kenal, penulis tidak ragu mengirimkan kartu Natal kepada Maria Fransiska. Baru pertama kali mengirimkan surat perkenalan pun, penulis bisa membuat "surprise" mengucapkan ulang tahun. Penulis yakin, Yuliana berultah bulan Juli. Itu sedikit manfaat mengetahui kisah di balik sebuah nama.

Kisah Unik Di Balik Sebuah Nama

Sudah menjadi rahasia umum bahwa nama artis kita, banyak yang bukan nama aslinya. Sebelum memulai debutnya (entah untuk jadi penyanyi atau pemain sinetron/ film), mereka mengganti nama asli dengan nama populer. Bisa jadi karena keinginan sendiri, bisa juga karena keinginan produser yang merasa nama asli calon artis dirasa kurang punya "nilai jual." Ini beberapa catatan kisah unik dibalik sebuah nama yang berhasil penulis kumpulkan dari berbagai sumber (koran, majalah, radio, TV, internet, dan sumber lain).


Tirto Utomo (almarhum, adalah pemilik perusahaan air mineral Aqua, Tirto = Air), Rhoma Irama (musik), Dea Mirella, penyanyi, mantan personil group Warna (bila ditulis dengan not angka Dea Mirella bisa ditulis Dea 326), Ira Swara, penyanyi dangdut (yang hidup dari menjual suara), Army Dianti (putri Agum Gumelar yang seorang Army = tentara), Cornel Simanjuntak atau yang kita kenal C. Simanjuntak adalah pencipta lagu Maju Tak Gentar, Larry Speech (juru bicara presiden Ronald Reagan).

Orang tuanya sangat terpesona pada Rano Karno & Yessy Gusman yang main di film Gita Cinta dari SMA. Ratna dan Galih Rakasiwi, dua nama yang sangat membekas di hati mereka. Jadilah ketika buah hati mereka lahir, anak perempuan tersebut diberi nama Ratna Rakasiwi. Dan sebuah kebetulan yang langka, saat film ini diangkat menjadi sinetron berseri, Ratna Rakasiwi yang ikut casting terpilih untuk memerankan tokoh Ratna!

Karena suka dengan lagu-lagu The Beatles, penyair, pemain teater, dan penulis ini terinspirasi untuk mengganti namanya. Ia mengambil kord awal lagu "I Love Her"-nya The Beatles untuk menjadi namanya. Hingga kini, Anda lebih mengenalnya dengan nama 23 761 (baca: Remy Sylado)

Apa yang terlintas di benak Anda mendengar nama Butet? Tentu seorang perempuan dan berasal dari suku Batak. Tapi kali ini Anda salah. Pemain teater yang jago menirukan suara pejabat (antara lain: Presiden Soeharto & B.J. Habibie) ini seorang pria tulen. Dialah Butet Kertarejasa, anak seniman tari, Bagong Kusudiardjo. Konon, nama Butet diberikan karena sang ayah sangat suka dengan lagu Butet. Uniknya, namanya dan nama sang ayah berinisial sama: BK. Punya pengalaman unik berkenaan dengan namanya yang nyeleneh? Enak, katanya. Setiap ada pembagian kelompok, ia selalu masuk ke dalam kelompok wanita! he...3x

Lain lagi kisah Djaduk Ferianto. Lantaran merasa presiden kita tidak pernah ganti, ia memberi nama anaknya: Presiden. Biarpun nantinya sang anak tidak jadi presiden, setidaknya nama ini membanggakan. Andai sang anak jadi ketua RT, bila ada acara di lingkungannya, pembawa acara akan menyebutkan, "Sambutan dari Bapak Presiden." Apak nggak hebat???

Karena mempunyai suara yang mirip dengan penyanyi Bing Crosby, jadilah nama ayah Adi, Iyut, dan Uci, ini mendapat tambahan Bing sehingga beliau dikenal dengan nama Bing Slamet.

Kenal dengan Sys NS, personil Sersan Prambors? Saat ditanya nama lengkapnya, sang komedian menjawab "Sys Nama Saya." Anda boleh percaya, boleh tidak, namanya juga pelawak.

Teman saya, sesama penggemar sulap (magicmania) punya nama yang unik. Terjadinya nama ini karena kesalahan ketik oleh petugas pembuat akte kelahiran. Untuk nama Indonesia, nama ini tidak lazim, bahkan tidak bisa dibaca karena tidak ada huruf vokal. Siapa namanya? Shgyn. Bagaimana bacanya? Ketika saya tanya, ternyata dibaca: Sigin. Unik ya???

Teman istri punya kisah sama tentang kesalahan ketik petugas pembuat akte kelahiran. Orang tua memberinya nama Irma Sxxxxxx (sengaja tidak ditulis lengkap). Tapi yang muncul di akte adalah Irama Sxxxxxx. Jadilah ia bernama Irama hingga kini.

Membaca tulisan: Komputer, Wastafel, dan Danau Tanu, apakah yang terlintas di benak Anda? Tahukah Anda, ternyata deretan kata tadi adalah nama orang. Komputer adalah salah seorang peserta audisi Indonesian Idol 2006, Wastafel adalah nama dari teman penulis, Danau Tanu (seorang perempuan) member sebuah milis, tempat penulis bergabung.

Seorang personil group lawak Srimulat menambahkan kata Alkurad dibelakang namanya, maka namanya menjadi Yongki Alkurad. Mau tahu dari mana asal kata Alkurad? Ternyata itu berasal dari kata "drakula" yang susunan hurufnya diubah. Ini lantaran dalam tiap pementasan Srimulat, ia selalu kebagian peran menjadi drakula. Ada-ada saja...

Ada kisah lucu. Penulis punya seorang kenalan (keturunan Jepang). Dia mengatakan, "Tiap kali berkenalan, orang selalu mengira ia main-main waktu menyebut namanya. Banyak juga yang marah, terutama wanita." Mau tahu mengapa? Ternyata namanya "Shushumu!" (baca: Susumu). Wajar saja kalau tiap perempuan yang berkenalan dengannya akan sewot bila ia memperkenalkan diri.

Umumnya, nama anak dalam sekeluarga, yang sama adalah nama belakang mereka (nama keluarga atau nama marga). Misalnya orang tua bermarga Siahaan. Anaknya Nico Siahaan, Marcel Siahaan, dan lainnya. Dan umumnya, kita dipanggil dengan nama depan kita (nama belakang adalah nama keluarga atau nama marga). Jadi kita umumnya memanggil mereka Nico, atau Marcel, meskipun terkadang kita juga sering mendengar orang memanggil seseorang dengan nama marga (misal: Pak Nas, maksudnya Pak Nasution, atau Pak Lubis, dll.). Tapi ada teman penulis yang punya nama-nama unik (beda dari kebiasaan umum) di keluarganya. Menurut Pak Alex (begitu penulis biasa memanggil beliau), di keluarganya, semua anak lelaki bernama Alex. Beliau bernama Alex Sukirman, saudara laki-lakinya: Alex Suherman, Alex .... (mereka bukan kembar lho...). Bisa dibayangkan kalau Anda bertamu ke rumahnya lalu memanggil "Alex." Wah... semua anak laki-laki akan muncul...

Ada juga rekan penulis yang nama semua saudaranya (cowok maupun cewek) mengandung kata yang sama yakni Suher. Ia bernama Suherjati, kakaknya Agus Suherman, Suherlina, adiknya Suhersono, dan ada Suher-Suher yang lain. Pantas saja ketika penulis dan teman sekelas berkunjung ke rumahnya mendapat pertanyaan yang "agak aneh" (setidaknya menurut kami pada saat itu). Yang membuka pintu adalah kakaknya. Kami tanya, "Suher ada?" sang kakak balik tanya "Suher yang mana?" Meski merasa pertanyaannya agak janggal, kami jawab juga "Suherjati." Ketika kami bertanya kepada Suherjati, barulah kami tahu, ternyata 1 rumah itu ada banyak Suher...

Ini kisah tentang sahabat pena penulis. Dia bernama Rosmery (penulis menjuluki dia Flower Girl). Secara kebetulan, nama-nama saudara dan lingkungan Ros (begitu penulis biasa menyapanya) bernuansa bunga. Ia bernama Rosmery (Ros = mawar), Anggraeni (tentu terinspirasi dari kata Anggrek), Lily (nama bunga), dan Seruni (juga nama bunga). Orang tua mereka memiliki studio foto Dahlia di jalan Kemboja. Setelah menikah, Ros juga membuka usaha di jalan Kemboja. Di kota apa Ros tinggal? Muara Bungo, Jambi! Ros adalah sahabat penulis yang bertahan paling lama. Kami bersahabat pena sejak masih SMA. Hingga sekarang, Ros telah mempunya 3 anak (2 putri, 1 putra) dan penulis telah menjadi ayah dari 2 putra, sesekali kami masih berkirim kabar via SMS (baik penulis dengan Ros maupun istri penulis dengan Ros).

Ini kisah dari luar negeri. Orang tuanya sangat terkesan dengan prestasi petenis Martina Navratilova, nama anak perempuan mereka juga diberi nama depan yang sama. Harapan orang tua ini adalah anaknya kelak berprestasi seperti idola mereka. Siapa sangka, ternyata itu jadi kenyataan. Martina Hingis, termasuk petenis top dunia, dan pernah menduduki peringkat 1 dunia.

Anda kenal Richard Starsky, salah seorang personil The Beatles. Karena gemar memakai cincin, maka nama Richard Starsky digantinya menjadi Ringo Star, seperti yang kita kenal sekarang.

Mungkin tak banyak yang kenal penulis era 80-an, Tuti Nonka. Nama ini dipakainya sebagai nama penulis karena ia sebal dipanggil Tutik. Maka ditulisnya Tuti Nonka (Tuti tanpa huruf K), jadilah ia populer dengan nama Tuti Nonka.

Karena kesal tulisannya tidak dimuat, secara iseng ia mem-plesetkan nama Sarwendo menjadi Arswendo. Ternyata nama ini membawa hokky. Maka jadilah ia Arswendo Atmowiloto hingga kini.

Nella Regar pernah diprotes karena nama belakangnya sama dengan nama belakang marga suku Kawanua, padahal Nella adalah suku Batak. Ternyata nama marga Nella adalah Siregar. Karena diprotes, akhirnya di sampul kaset ditulis Nella Siregar (namun tulisan "si"-nya samar-samar).

Ada yang kasih nama "nyentrik" seperti penampilan sang Ibunda. Melly Goeslow dan Anto Hoed memberi nama "Anakku Lelaki Hoed" pada putra pertama mereka. Ada orang tua yang memberi nama anaknya dengan nama puitis seperti Bunga Citra Lestari.

Nama artis harus "keren" supaya terkenal? Tidak juga. Iwan Fals dan Doel Sumbang bisa jadi contoh. Meski hidup dari menjual suara, mereka "mengaku" bersuara fals & sumbang, bahkan mereka jadi sangat populer. Atau Dik Doang, tidak perlu nama panjang. Namanya hanya: Dik doang, tanpa embel-embel... Begitu pula tokoh sopir bajaj, yang terinspirasi nama perannya, hingga kini ia lebih dikenal dengan nama Mat Solar daripada nama aslinya.

Mengapa harus hati-hati dalam memberi nama kepada anak? Karena nama akan dipakai sejak lahir sampai meninggal, seumur hidup. Kalau ternyata dirasa tidak cocok (karena berbagai pertimbangan), terpaksa nama diganti. Ini tentu merepotkan karena harus mengurus dokumen misalnya ke pengadilan. Belum lagi kerepotan lain karena nama anak sudah terlanjur dikenal dengan nama awalnya, bahkan ijazahnya sudah memakai nama itu. Mengganti nama dengan nama yang benar-benar baru tentu merepotkan. Lain halnya yang dialami artis Anissa Banowati, yang hanya mengganti nama belakangnya, dan kini dikenal dengan nama Anissa Trihapsari. Bicara soal ganti nama, bukan hanya manusia yang berganti nama. Negara pun ada yang berganti nama. Dulu Anda mengenal negara Birma atau Burma, sekarang negara tersebut bernama Myanmar.

Ada yang mengambil nama belakang artis terkenal untuk tambahan namanya. Sebut saja Taufik Savalas (Telly Savalas), Otong Lenon (John Lenon), Mustafa Jackson (Michael Jackson).

Pemberian nama kepada anak kembar lima yang lahir 7 Oktober 1996 pukul 10.35 WIB di Bandung, juga unik. Bila huruf awal ke-5 anak kembar tersebut dirangkai, akan terbaca PANCA yang berarti lima. Inilah nama ke-5 anak tersebut: Permadi Putra Haswidi (nama belakang diambil dari nama dokter yang membantu persalinan, dr. Haswidi), Akbar Pratama Hendarta (nama belakang diambil dari nama dr. Albert I. Hendarta, MPH, direktur RS Boromeus), Nurwulan Octaviani, Candra Dewi Puspitarini, Anggi Ayuningtyas (PANCA).

Sejak "diwajibkan" mengganti nama, penulis tertarik untuk mencari nama yang orisinal (tidak ada duanya). Diharapkan, tidak ada orang di dunia yang memiliki nama sama dengan penulis. Akhirnya dipilih Hendry Filcozwei Jan yang terdiri dari 5 bahasa. Filcozwei adalah singkatan dari Filateli, correspondence, dan zwei. Nama tengah sengaja "diciptakan" dari singkatan 3 kata dari bahasa yang berbeda (bukan mengambil dari nama orang lain). Setidaknya sampai sekarang, penulis belum menemukan orang bernama sama. Jadi kalau menggunakan mesin pencari (google), dengan kata kunci nama penulis, berita yang muncul adalah berita tentang penulis. Begitu juga saat mencarikan nama untuk kedua putra penulis. Dengan pola yang sama (5 bahasa berbeda, nama tengah singkatan dari 3 bahasa, dan ditutup dengan nama marga), maka jadilah nama mereka Anathapindika Dravichi Jan (Dhika) dan Revata Dracozwei Jan (Ray). Untuk melihat sejarah nama Anathapindika, silakan klik: Anathtapindika dan untuk melihat sejarah nama Revata, silakan klik: Revata.


Konon, nama dengan inisial kembar akan membawa hokky/ keberuntungan bagi si pemilik nama. Boleh percaya, boleh tidak. Tapi kalau Anda perhatikan, tokoh kartun, banyak sekali yang berinisial kembar. Sebut saja Donald Duck, Mickey Mouse, Porky Pig, Peter Pan, Roger Rabbit, Richie Rich, Goldie Gold, Mighty Man,... Bukan itu saja, nama pasangan yang berinisial sama, konon juga memiliki kecocokan (jodoh?). Donald berpasangan dengan Dessy, Mickey dengan Minnie. Benarkah inisial kembar membawa hokky? Tanyakan saja pada Ahmad Albar, Deddy Dhukun, Deddy Dores, Susi Susanti, atau Elly Ermawati dan Ferry Fadli yang sukses lewat drama radio Saur Sepuh dan Tutur Tinular. Dari artis barat ada Steven Seagal, Steven Spielberg, Bernardo Bertolucci, Marilyn Monroe, Charlie Chaplin, Erick Estrada,... Ada pula pasangan Sophan Sophian & Widyawati, Jaya Suprana & Julia Suprana.


Buah & Hewan Tak Bernama
Hampir semua isi dunia ini memiliki nama. Manusia, hewan, tumbuhan,... bahkan tempat usaha (toko) juga memiliki nama. Tapi, tahukah Anda bahwa ada buah dan hewan yang tak memiliki nama?

Kalau Anda belum tahu, inilah dia. Karena permukaan buah ini banyak durinya, maka ia disebut durian, karena seluruh permukaan kulitnya dipenuhi bulu (seperti rambut), maka ia disebut rambutan. Binatang dari keluarga cecak ini tidak mempunyai nama. Tapi lantaran selalu mengeluarkan bunyi "Tokek... tokek..." jadilah ia dipanggil tokek.


Nama Kapal
Namanya kapal laut, tentu beresiko tenggelam. Ada yang percaya, agar kapal laut tidak tenggelam, kapal laut diberi nama dengan nama gunung. Darat jelas lebih tinggi daripada laut. Nah... di darat, gunung adalah tempat tertinggi sehingga dengan pemberian nama gunung, kapal diharapkan tidak tenggelam. Tidak heran banyak kapal laut yang memakai nama gunung. Sebut saja KRI Tampomas, Kerinci, Rinjani, dan Bukit Siguntang.


Kisah Tragis
Ini kisah nyata dari dosen Ekonomi Moneter penulis. Bu Roswita menceritakan kepada kami, tentang orang tua yang "memaksakan kehendak" pribadi dalam memberi nama anak. Karena ingin punya anak cewek, setelah beberapa anak sebelumnya cowok semua, anak cowok yang lahir, tapi nama cewek yang diberikan. Memang ada beberapa nama yang sudah menjadi nama yang netral, sebut saja Dian, Eka, Dwi, atau yang lain. Yang bernama Dian, Eka, dan Dwi, ada cewek, ada pula cowok. Ini nama yang netral, unisex. Pemberian nama seperti ini, masih bisa diterima.

Tahukah Anda, apa nama yang diberikan kepada anak cowok tadi? Menurut Bu Roswita, di SD, anak ini masih tidak begitu "masalah" dengan nama pemberian orang tuanya. Tapi mulai SMP, ini jadi masalah besar. Ia sering diolok-olok teman sekolahnya. Sang anak jadi minder, pemalu, tertekan, dan menutup diri dari lingkungan pergaulannya. Kasihan benar anak ini.

Anda tahu namanya? Cowok itu bernama Rosmala Dewi! Mau dipanggil apa? Ros, Mala, atau Dewi?

Bu Roswita berpesan, janganlah kamu asal saja memberi nama kepada anak kamu nanti. Apalagi seperti kasus Rosmala Dewi tadi.

Sumber Inspirasi untuk Nama Anak

Banyak orang kesulitan mencarikan nama untuk anaknya. Padahal, banyak sekali yang bisa dijadikan inspirasi untuk nama anak. Bagi penulis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian nama. Pertama, nama itu mengandung arti yang baik. Nama yang baik, akan memberi efek yang baik bagi si pemilik nama. Kasihan juga bila anak diberi nama Hernia (kedengarannya bagus), tapi ternyata itu nama penyakit. Jangan memberikan nama tokoh di film ataupun dunia nyata yang terkenal karena kejahatannya. Kedua, berikan nama yang sesuai dengan jenis kelaminnya. Jangan "memaksakan kehendak" seperti kasus nama Rosmala Dewi tadi. Setidaknya, berikan nama yang netral. Untuk nama toko saja, orang memberikan nama yang sesuai dengan usahanya. Misalnya toko buku "Sumber Ilmu", toko besi "Sumber Bangunan", rumah makan "Sari Rasa." Tak ada larangan bila Anda ingin memberi nama sesuka hati, misalnya rumah makan "Sumber Bangunan." Toh... bila ada calon pembeli (orang lapar) tidak mampir ke rumah makan Anda karena mengira itu toko bahan bangunan, Anda sendiri yang rugi. Atau ada yang ingin membeli semen, tapi masuk ke tempat Anda. Ketiga, berikan nama yang sesuai dengan jaman.

Nama juga seperti mode, ada trend-nya. Sekarang, yang penulis amati, nama yang nge-trend adalah nama yang berbau barat, dan agak panjang. Biasanya nama hanya 2 kata, sekarang cenderung lebih panjang, 3 kata atau lebih. Tampaknya nama yang membumi (nama Indonesia asli), mulai jarang dipakai, terutama di perkotaan. Nama asli Sunda misalnya. Anak rekan-rekan penulis yang orang Sunda, sudah jarang menggunakan nama seperti Asep, Maman, Tatang (cowok), atau Euis, Imas, Neneng (cewek). Sekali lagi, ini bukan soal nama dari luar (barat) lebih baik daripada nama asli bangsa Indonesia. Tapi trend nama sekarang, memang bergeser ke arah sana. Khusus yang Muslim, selain memakai nama barat, sekarang trend-nya menggunakan bahasa Arab.

Bagaimana dengan Buddhis? Beberapa rekan penulis (terutama aktivis dan mantan aktivis vihara), menunjukkan kecenderungan yang sama. Mereka memberi nama anaknya dengan nama Buddhis. Suatu trend yang bagus. Konon katanya, kita yang bernama "baik" (apalagi mengambil nama dari orang-orang suci), akan berpikir ulang bila akan melakukan hal-hal yang dilarang agama. Nama, yang merupakan harapan orang tua, setidaknya akan menjadi "rem" bagi kita. Mudah-mudahan saja hal ini benar adanya. Keempat, sebaiknya perhatikan singkatan/ inisial nama yang diberikan. Hendry Filcozwei Jan, bila disingkat HFJ. Mungkin Anda tak pernah memikirkan apa inisial nama anak Anda. Sebaiknya, inisial nama tidak berkonotasi dengan singkatan umum yang bermakna negatif. Misalnya saja: PKI, RSJ, HIV,... Mungkin ini pula yang jadi pertimbangan mengapa nama sebuah perumahan di Jakarta yang dipilih adalah Pantai Indah Kapuk bukan Pantai Kapuk Indah.


Anda bingung mencari nama yang cocok untuk anak Anda. Ada banyak hal yang bisa menjadi inspirasi:

  1. Bulan kelahiran. Misalnya: Febby Febiola (Februari), Agus Melasz (Agustus), Anya Dwinov (lahir tanggal 2 Nov), dan lain-lain.
  2. Hari Lahir. Teman sekolah penulis: Sabrudin (lahir hari Sabtu), Farida (lahir Friday/ Jumat). Nama hari bisa Senin-Minggu (bahasa Indonesia), Monday-Sunday (bahasa Inggris), Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage (bahasa Jawa). Mungkin W.R. Supratman lahir hari Wage). Penulis pernah punya kenalan yang memberi nama anaknya Jansen. Tahu apa artinya? Anak itu lahir bulan Januari, pada hari Senin.
  3. Zodiak. Misalkan saja: Leily Sagita, Leo Waldy, Ati Cancer, Endang S. Taurina.
  4. Urutan anak. Adi atau Eka (anak pertama), Dwi (anak ke-2), Tri (anak ke-3), dan lain-lain. Dari masyarakat Bali ada Putu (anak pertama), Made (anak ke-2), Nyoman (anak ke-3), Ketut (anak ke-4).
  5. Peristiwa penting. Ada teman kuliah penulis yang bernama Golorya. Tahu artinya? Saat ia lahir, partai Golongan karya menang pada pemilu. Ada yang memberi nama anaknya: Irwin. Tahu artinya? Ternyata IR berasal dari Indonesia Raya dan win (dari bahasa Inggris yang artinya menang). Nama ini diberikan saat Indonesia memenangkan piala Thomas.
  6. Keadaan. Keadaan alam bisa dijadikan sumber inspirasi. Saat anak lahir, banyak awan (anak perempuan dapat diberi nama Mega). Taufan, Guntur, Bintang, Chandra, Bulan, Wulan, Mentari, Surya adalah contoh lain. Anak yang lahir pada pagi hari bisa diberi nama Early atau Dini (perempuan) atau Fajar (laki-laki) .
  7. Hewan & Bunga. Penggunaan nama hewan untuk nama anak laki-laki sekarang agak jarang. Ini beberapa contoh dari sejarah: Gajah Mada, Lembu Suro, dan Kebo Ijo. Untuk yang sekarang ada yang bernama Lembu (personil group musik Club Eighties), Elang Lesmana (salah seorng pahlawan reformasi). Nama bunga untuk nama anak perempuan masih banyak ditemui: Ros, Mawar, Melati, Lili, Anggraeni (dari Anggrek), atau Bunga, Puspa (nama lain Bunga).
  8. Nama Kota. Nama kota bisa dijadikan sumber inspirasi untuk nama anak. Kota kelahiran (ayah atau ibu atau gabungannya), kota tempat berbulan madu, kota/ kampung asal orang tua. Contoh nama: Anton Medan, Iwan Gayo (penulis Buku Pintar), Yan Asmi (personil group lawak De Bodor, Asmi = Asal Sukabumi atau Asli Sukabumi), Dayu AG (AG= Asal Garut), Evi Tamala (Tamala = Tasikmalaya), atau ada petinju yang memakai nama belakang Ortega (ternyata Ortega = Orang Tegal), Indra Safera (Safera diambil dari nama kota San Fransisko, lalu disisipi huruf" e", tempat almarhum dulu sekolah). Ada yang memberi nama Berlina untuk putrinya, terinspirasi nama kota Berlin, tempat mereka berbulan madu.
  9. Harapan orang tua. Subur, Sabar, Basuki, Raharja, Untung, Teguh, Mulia, Abadi, Lestari, adalah beberapa contohnya.
  10. Profesi. Dunia kerja kita sehari-hari, bisa jadi inspirasi untuk nama anak. Dea Mirella & Eel Ritonga (keduanya hidup di dunia musik) memberi nama Melody kepada anak pertama mereka. Ada yang memberi nama Yustisia kepada anaknya karena ia berprofesi sebagai penegak hukum.
  11. Singkatan nama orang tua. Coba gabungkan nama Anda dan pasangan Anda (suami-istri), mungkin bisa jadi nama yang bagus. Vina Panduwinata & Boy Haryanto menamakan anak mereka Vito.
  12. Singkatan kalimat. Ada yang memberi nama berupa kalimat, namun kalimat itu sisingkat. Chikita ternyata berasal dari Chinta Kita.
  13. Idola. Anda tentu sudah membaca kisah nama Martina Hingis (ortunya mengidolakan Martina Navratilova), Memes & Adi MS memberi nama Kevin Aprilio pada anak mereka karena mengidolakan Kevin Costner.
  14. Orang yang berjasa. Ada kembar 5 yang lahir di Bandung, 7 oktober 1996. Nama anak pertama dari kembar 5 ini adalah Permadi Putra Haswidi (nama belakang diambil dari nama dokter yang membantu persalinan, dr. Haswidi).
  15. Buku telepon. Bagi Anda yang memiliki fasilitas telepon di rumah, pasti Anda mendapatkan buku petunjuk telepon secara gratis dari Telkom. Silakan bolak-balik buku tersebut, dari A sampai Z, siapa tahu Anda mendapatkan nama yang sesuai dengan keinginan Anda.
  16. Kembar = Mirip. Umumnya nama anak kembar dibuat mirip (hanya 1 atau 2 huruf yang berbeda). Ini beberapa contohnya. Kembar laki-laki: Hendra & Hendry. Kembar perempuan: Shinta & Shanti. Kembar laki-laki dan perempuan: Yanto & Yanti. Atau variasi nama dari huruf yang sama: Dian, Dina, Dani, Ita, Tia, Ati, Ani, Ina, Ian. Ini hanya kecenderungan umum, tidak ada larangan memberi nama anak kembar dengan nama yang berbeda.
  17. Buku. Kalau Anda sudah mencoba, tetapi tetap tidak mendapat inspirasi untuk nama anak, silakan beli buku. Di toko buku banyak sekali buku-buku yang berisi daftar nama anak, artinya dan berasal dari bahasa apa. Anda tinggal pilih mana buku yang sesuai dengan keinginan Anda, lalu cari nama yang cocok untuk anak Anda.
  18. Internet. Anda bisa menggunakan fasilitas internet (di rumah atau dari warnet) untuk masuk ke situs www.google.co.id misalnya. Masukkan kata kunci "nama bayi" akan muncul ribuan situs yang berhubungan dengan nama bayi.
  19. Anak Buddhis. Ini beberapa nama anak (anak penulis) dan anak kenalan penulis (tentu ortunya Buddhis, dan umumnya adalah aktivis vihara) dan memberi nama Buddhis untuk anaknya. Ini sekedar contoh nama Buddhis yang dipakai. Unsur Buddhis dalam nama mereka adalah yang berwarna (selain hitam), penulis memberikan keterangan ♂ = laki-laki, ♀ = perempuan, dan kota tempat tinggal mereka. Anathapindika Dravichi Jan (♂), Revata Dracozwei Jan (♂) (nama ke-2 putra penulis, Bandung), Sujata Vonny Sidharta (♀), Lobzang Tundup William Sidharta (♂), Mingala Xin Sidharta (♂) (nama ke-3 anak Pak Handaka Vijananda, pendiri Ehipassiko Foundation, Jakarta), Sariputra Wiradinata (♂) (putra Dewi Astuti, ilustrator majalah Buddhis, Tangerang), Vimala Padmadevi (putri Agus Santera & Yuliana, Palembang), Suya Vidya (♂), Jalendra Kumara (♂), Candani Vassaputri (♀) (ke-3 anak Ideham Pendi & Astri Yanti, Palembang), Magha Dinna Utami (putri Hadi Susanto & Ratna, Palembang), Lyovan Agga Sumedho (putra Junaidi & Ratna Dewi, Palembang).
  20. Nama Buddhis. Anda ingin mencari nama bernuansa Buddhis? Silakan klik alamat situs berikut: Nama-nama Orang Suci (Anda akan menemukan nama-nama orang suci pada jaman Sang Buddha, beserta sejarah singkatnya), Nama-nama Buddhis (nama-nama Buddhis berbahasa Pali dan artinya), Nama Buddhis bahasa Tibet (ada 500 lebih nama-nama Buddhis berbahasa Tibet, beserta arti dan keterangan untuk jenis kelamin apa)
  21. Buku Buddhis. Memberi nama Buddhis menurut tradisi Thailand. Pemberian nama Buddhis ini berdasarkan hari lahir anak. Berikut ini pedoman huruf awal yang digunakan dalam pemberian nama Buddhis (huruf awal, contoh nama, dan artinya). Anak laki-laki lahir pada hari: Minggu: C (Cakrawala = alam semesta), Ch (Chatrajaya = payung kemenangan), J (Jayawajana = kemenangan cemerlang), S (Sandhi = melanjutkan), Jh, Ny (Nyanabala = kekuatan pengetahuan), Senin: T (Tejit = cerdas, tangkas), Th (Thawara = teguh), D (Doma = aliran air, barisan), Dh (Dhanabadi = orang kaya raya), N (Nathabala = kekuatan dari pengetahuan), Selasa: D (Danuja = bangkit oleh diri sendiri), T (Tarinetara = Dewa Indra), Th (Thanandara= kedudukan, kemuliaan), Dh (Dhanajati = harta benda/ kekayaan), N (Nanda = gembira, senang), Rabu: B (Bawara = unggul, sangat bagus), P (Pradibaddha = cinta kasih, sayang), Ph (Phocanya = kebenaran, kemenangan), F (Fangdi = pandangan soal yang baik), Bh (Bharata = aktor, pemain film), M (Meghindra = mega, awan), Kamis: S (Setyara = kuat, sehat), H (Hiranya = uang, emas), L (Labadha = sudah dapat), Jumat: K (Komuda = teratai merah), Kh (Khacon = menyebarkan), G (Gunakara = sumber kebaikan), Gh, Ng, Sabtu: Y (Yamana = sungai besar), R (Rajata = uang), L ((Lomfa = kesaktian dewa), W ((Wajrabala = punya kekuatan), Rabu tengah malam: A (Anukula = suka berbuat kebajikan), a, I, I, U, u, E, O (huruf kecil Pali) (Ongaca = berani). Adapun untuk nama anak perempuan lahir pada hari: Minggu: T (Temsiri = penuh keagungan, mulia), Th (Thapani = pantas dapat kedudukan), D (Daruni = wanita muda, gadis), Dh (Dharina = menjaga), N (Nathananda = gembira jadi filsuf), Senin: D (Darika = bintang , cahaya bintang), T (Traikisya = penyembuhan)), Th (Thirada = keteguhan, ketetapan), Dh (Dhanyalasma = ciri orang baik), N (Nawara = bunga mawar), Selasa: B (Bundarika = teratai putih), P (Prabassara = warna berkilau, indah), Ph (Phusaraga = permata warna kuning), F (Fongnadi = melambung di atas air), Bh (Bharani = nama bintang), M (Mandakanti = bulan purnama), Rabu: Y (Yuthika = pohon waktu Buddha lahir), R (Ramanari = wanita cantik), L (Laksmi = keberuntungan, kekayaan),W (Waruni = dewi), Kamis: A (Amara =orang tidak mati, Nibbana), a, I, I, U, u, E, O (huruf kecil Pali) (Obhiradi = sangat gembira), Jumat: C (Candracira = selalu cantik, indah), Ch (Chaysiri = kejernihan), J (Jofaka = seikat bunga, indah), Jh, S (Sundari = kata bijak), Ny (Nyanika = orang berpengetahuan), Sabtu: S (Sobhita = cantik, baik), H (Hemaratna = permata, emas), L (Lalita = menarik, belas kasihan), Rabu tengah malam: K (Kalyani = wanita cantik), Kh (Khaciwanna = menarik, indah), G (Gandharatana = mutiara yang indah), Gh, Ng. Catatan: Ada huruf awal yang tanpa contoh karena memang di buku tersebut tidak ada contoh nama dengan huruf awal tersebut. Anda bisa menggunakan nama dari bahasa lain (misalnya Pali), tapi yang terpenting tetap berpatokan pada huruf awal berdasarkan hari lahir anak. Karena keterbatasan tempat, kami hanya mencantumkan beberapa contoh nama. Dikutip dari "Paritta Mantra dan Nama Buddhis", penulis: Phra Kru Sanggha Kicwisuddhi & Hora Buracariya, diterjemahkan oleh Goey Tek Jong, Penerbit Sri Manggala, 2005.

Anathapindika. Hendry F.Jan menggendong putra pertamanya, Anathapindika Dravichi Jan (Dhika). Nama Buddhis: Anathapindika diambil dari daftar nama Buddhis yang ada di situs Samaggi Phala. (untuk melihat, silakan klik: Anathapindika).


Revata. Hendry F.Jan menggendong putra keduanya, Revata Dracozwei Jan (Ray). Nama Buddhis: Revata diambil dari daftar nama Buddhis yang ada di situs Samaggi Phala. (untuk melihat, silakan klik: Revata).


Rekor & Humor tentang Nama

Nama Terpendek

Di Museum Rekor Indonesia tercatat nama terpendek. Anda tahu apa siapa namanya? Nama anak kecil itu hanya terdiri dari 1 huruf, N. Penulis berkesempatan bertemu langsung di acara Konvensi Muri di Istana Negara (tahun 2000). Ketika kami, para rekoris (rekoris = pemegang rekor) Muri bertanya kepada ibu si N yang saat itu sedang hamil "Bu, nanti adiknya N akan diberi nama apa?" Sang ibu menjawab "Kalau dilafalkan namanya lebih panjang daripada N, tapi kalau dituliskan akan lebih singkat." Penulis berkesimpulan, ia akan memberi nama anaknya (kalau perempuan) dengan nama Titik (kalau dituliskan hanya seperti ini .). Tapi, apakah petugas catatan sipil akan menerima nama seperti ini? Kita lihat saja nanti...


Humor: Nama Terpanjang

Seorang rekan penulis bertanya, apa nama terpendek di Indonesia? Penulis menjawab N. Ia tidak membantah, karena memang rekor ini pernah diberitakan dan ia tahu penulis juga seorang rekoris Muri. Lalu ia bertanya lagi. Kalau nama terpanjang? "Setahu saya, rekor itu dipegang orang India. Tapi saya tidak tahu nama lengkapnya" jawab penulis.

Mau tahu apa komentarnya? Nama terpanjang dipegang oleh wanita Indonesia, namanya IIS (kalau dituliskan dengan kalkulator menjadi 115, artinya terdiri dari 115 huruf). Wah... ternyata ia hanya guyon, bukan serius. Tapi rekor itu sudah terpecahkan. Sekarang rekor nama terpanjang dipegang oleh seorang pria. Siapa namanya? Pria itu bernama Sape'i. Anda mungkin akan berkomentar, "Ah... nama cuma 5 huruf kok nama terpanjang?" Jangan salah, itu hanya sebutannya. Anda tahu bahasa Hokian? Cepe artinya 100, nope = 200, sape = 300. Nah... rekor nama terpanjang itu terdiri dari 300 buah huruf "i". Kalau dituliskan akan sangat panjang, maka untuk memudahkan, namanya hanya ditulis Sape'i. Kalau Anda ingin melihat nama lengkapnya, silakan lihat di bawah ini: (tiap kelompok terdiri dari 10 huruf i, dan tiap warna terdiri dari 100 huruf i).

iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii iiiiiiiiii


Anak Bungsu dari 26 Bersaudara
Anda tentu tahu Meggy Z., seorang penyanyi dangdut kenamaan Indonesia. Menurut kabar burung, beliau adalah anak bungsu dari 26 bersaudara. "Yang benar?" begitulah reaksi teman ketika penulis menceritakan anekdot ini. "Benar, saudara tertuanya bernama Meggy A., yang ke-2 Meggy B, lalu Meggy C, dan seterusnya..."


Rekor Baru?
Penulis pernah melihat puisi di sebuah majalah yang mencantumkan nama penulisnya Tan Panama. Sekilas itu nama biasa saja. Mungkin ia keturunan Tionghua yang bermarga Tan. Tapi kalau namanya ditulis dengan cara agak berbeda (spasi-nya diletakkan di tempat yang berbeda, akan lain jadinya). Tan Panama ditulis jadi Tanpa Nama. Bukankah ini lebih singkat daripada Titik yang ditulis . ? Memang kalau diucapkan lebih panjang daripada Titik, tapi kalau dituliskan jadi lebih singkat (karena tidak perlu ditulis).

Bukankah bila kita melihat sebuah karya tanpa ada tulisan namanya, kita menyebutnya "Tanpa Nama" atau lebih populer dengan NN (anonim). Jadi kalau menulis puisi, sang penulis (Tan Panama) bisa saja tidak usah menuliskan namanya sama sekali alias Tanpa Nama.


Nama Tempat Terpanjang
Anda tahu nama tempat terpanjang? Nama tempat ini, terdiri dari 85 huruf dan ditulis tanpa tanda spasi. Kalau belum, inilah nama tempat terpanjang di dunia. Untuk mengucapkannya, silakan tarik napas panjang dan konsentrasi-lah untuk mengejanya:

"TAUMATAWHAKATANGIHANGAKOAUAUOTAMATEATURIPUKAKA
PIKIMAUNGAHORONUKUPOKAIWHENUAKITANATAHU"

Ini adalah nama sebuah tempat di Tamatea, jajaran pegunungan yang terletak di teluk Hawke, Selandia Baru yang berketinggian 305 meter dari permukaan laut. Arti dari nama itu kurang lebih sebagai berikut: Ini adalah sebuah tempat di Tamatea, seseorang yang tergelincir dan jatuh ketika mendaki dan mengalami cedera di kaki. Ia jatuh terperosok ke dalam gunung bersama seruling kesayangannya.



Sumbangkan Cerita Anda

Anda punya cerita menarik seputar nama? jangan simpan sendiri, silakan kirimkan kepada kami via e-mail ke: hfj1105@yahoo.com Bila cerita itu menarik, akan kami muat di sini. Mohon maaf, kami hanya akan mencantumkan nama Anda, tidak ada honor untuk tulisan yang dimuat.

Links ke Info Tentang Nama

Berita, cerita, artikel yang berhubungan dengan nama, silakan klik links di bawah ini:

  1. Berbagai Nama Terpanjang di Dunia
  2. Unsur Geografis Unik dengan Nama Terpendek
  3. Wow, Inilah Perempuan dengan Nama Terpanjang di Dunia. Siapa-namanya?
  4.